Formula Menghitung Conversion Rate Website per Sumber Traffic

Conversion rate keseluruhan website sering ditampilkan sebagai satu angka tunggal di laporan, padahal angka tersebut sebenarnya adalah rata-rata dari berbagai sumber traffic yang perilakunya bisa sangat berbeda satu sama lain. Traffic dari pencarian organik biasanya memiliki niat yang lebih matang dibanding traffic dari sosial media yang sifatnya lebih sekadar menemukan secara tidak sengaja, sehingga menyamaratakan keduanya dalam satu angka conversion rate bisa menyembunyikan insight penting.

Memecah conversion rate berdasarkan sumber traffic memungkinkan evaluasi yang lebih tajam โ€” apakah masalah rendahnya konversi berasal dari kualitas traffic yang didatangkan, atau justru dari halaman tujuan (landing page) yang kurang efektif mengonversi pengunjung yang sebenarnya sudah berniat.

Daftar Isi

Definisi Conversion Rate dan Variasinya

Secara umum, conversion rate adalah persentase pengunjung yang melakukan tindakan yang diinginkan dibanding total pengunjung yang datang, sebagaimana dijelaskan pada konsep dasar conversion marketing di en.wikipedia.org. Tindakan yang dihitung sebagai “konversi” bisa berbeda tergantung tujuan bisnis โ€” pengisian form, pembelian, atau pendaftaran newsletter โ€” sehingga definisi ini perlu disepakati dengan jelas sebelum mulai menghitung.

Struktur Data yang Dibutuhkan

Tanggal Sumber Traffic Jumlah Pengunjung Jumlah Konversi

Data ini bisa diekspor dari Google Analytics dengan dimensi sumber traffic (organik, berbayar, sosial, langsung, referral) sebagai pengelompokan utama.

Formula Conversion Rate per Sumber

=SUMIFS(Data!D:D, Data!B:B, "Organik") / SUMIFS(Data!C:C, Data!B:B, "Organik")

Formula ini bisa diulang untuk setiap sumber traffic, atau lebih efisien menggunakan QUERY untuk menghasilkan seluruh perbandingan sekaligus:

=QUERY(Data!A2:D, "select B, sum(C), sum(D), sum(D)/sum(C) group by B label sum(C) 'Total Pengunjung', sum(D) 'Total Konversi', sum(D)/sum(C) 'Conversion Rate'")

Membandingkan Conversion Rate Antar Sumber dengan Indeks

Untuk melihat sumber mana yang performanya di atas atau di bawah rata-rata keseluruhan, gunakan indeks perbandingan:

=Conversion_Rate_Sumber_Tertentu / Conversion_Rate_Keseluruhan

Hasil di atas 1 menunjukkan sumber tersebut berkonversi lebih baik dibanding rata-rata keseluruhan, sementara di bawah 1 menunjukkan performa di bawah rata-rata. Cara ini lebih informatif dibanding hanya melihat angka conversion rate mentah, karena langsung memberi konteks pembanding.

Memisahkan Conversion Rate Berdasarkan Perangkat

Perilaku konversi sering berbeda signifikan antara pengunjung dari perangkat mobile dan desktop, terutama untuk website dengan proses checkout atau form yang kurang ramah tampilan mobile. Menambahkan dimensi perangkat pada struktur data yang sama memungkinkan perhitungan silang:

=SUMIFS(Data!D:D, Data!B:B, "Organik", Data!E:E, "Mobile") / SUMIFS(Data!C:C, Data!B:B, "Organik", Data!E:E, "Mobile")

dengan asumsi kolom E berisi jenis perangkat. Perbandingan ini sering mengungkap masalah teknis pada versi mobile yang tidak terlihat jika data perangkat digabung begitu saja dengan data desktop.

Kesalahan Umum Menafsirkan Conversion Rate per Sumber

  • Membandingkan volume traffic kecil dengan traffic besar secara langsung โ€” sumber traffic dengan jumlah pengunjung sangat sedikit rentan menghasilkan conversion rate yang terlihat ekstrem (baik sangat tinggi atau rendah) hanya karena faktor kebetulan statistik, bukan pola yang benar-benar konsisten.
  • Mengabaikan periode atribusi konversi yang tidak selalu terjadi di kunjungan yang sama, terutama untuk bisnis dengan siklus pertimbangan pembelian yang panjang.
  • Tidak memisahkan traffic branded dan non-branded pada sumber organik, padahal keduanya mencerminkan niat pencarian yang sangat berbeda โ€” pencarian dengan nama brand biasanya sudah lebih mengenal bisnis tersebut sebelumnya.

FAQ

Berapa conversion rate yang dianggap baik untuk website bisnis pada umumnya?
Tidak ada angka acuan tunggal yang berlaku untuk semua jenis bisnis, karena sangat dipengaruhi oleh industri, jenis produk, dan definisi konversi yang dipakai. Perbandingan yang lebih bermakna adalah tren conversion rate bisnis itu sendiri dari waktu ke waktu, dibanding membandingkannya dengan angka rata-rata industri secara umum.

Kenapa conversion rate dari traffic berbayar sering terlihat lebih rendah dibanding organik?
Hal ini bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya traffic berbayar menjangkau audiens yang lebih luas termasuk yang belum benar-benar berniat membeli, sementara traffic organik cenderung datang dari pencarian yang lebih spesifik dan sudah memiliki niat lebih matang.

Apakah conversion rate per sumber ini bisa dihitung tanpa Google Analytics?
Bisa, selama ada sistem pelacakan lain yang mencatat sumber traffic dan konversi, misalnya melalui parameter UTM yang dikaitkan dengan data form submission di CRM atau spreadsheet pencatatan leads.

Apakah perlu menghitung conversion rate terpisah untuk setiap campaign, tidak hanya per sumber traffic besar?
Sangat disarankan untuk bisnis yang menjalankan banyak campaign berbeda, karena performa antar campaign dalam satu sumber traffic yang sama (misalnya sesama iklan berbayar) bisa sangat bervariasi tergantung target audiens dan pesan iklan masing-masing.

5 1 ulasan
Beri rating