Dari sekian banyak bagian dalam company profile, “Tentang Kami” sering menjadi bagian yang paling sulit ditulis, meski terlihat sederhana. Banyak pemilik bisnis akhirnya terjebak menulis kalimat template seperti “kami adalah perusahaan terkemuka yang berdiri sejak tahun sekian, berkomitmen memberikan solusi terbaik bagi pelanggan”, yang sebenarnya bisa dipakai oleh perusahaan mana pun tanpa mencerminkan keunikan bisnis yang sesungguhnya.
Padahal bagian ini adalah salah satu titik paling krusial dalam company profile, karena di sinilah pembaca pertama kali benar-benar mengenal karakter dan cerita di balik bisnis tersebut. Sebuah riset dari KoMarketing bahkan menunjukkan bahwa pengunjung website sangat peduli dengan informasi tentang siapa yang menjalankan bisnis tersebut, bukan hanya produk atau layanan yang ditawarkan. Artikel ini membahas cara menulis “Tentang Kami” yang terasa hidup dan otentik, alih-alih sekadar mengikuti format kaku yang sudah terlalu sering dipakai, sekaligus memberikan contoh konkret perbandingan antara kalimat yang datar dan kalimat yang lebih mudah diingat pembaca.
Daftar Isi
- Kenapa Bagian Tentang Kami Sering Terasa Kaku
- Mulai dari Cerita, Bukan dari Daftar Fakta
- Menonjolkan Alasan di Balik Berdirinya Bisnis
- Menulis untuk Audiens, Bukan untuk Diri Sendiri
- Menghindari Klise dan Kalimat Generik
- Menambahkan Sentuhan Personal Tanpa Berlebihan
- Contoh Perbandingan Kalimat Kaku dan Kalimat Hidup
- FAQ Seputar Menulis Tentang Kami
Kenapa Bagian Tentang Kami Sering Terasa Kaku
Kekakuan pada bagian “Tentang Kami” biasanya muncul karena penulis terlalu fokus pada penyampaian fakta administratif, seperti tahun berdiri, bidang usaha, dan visi misi, tanpa memberi ruang bagi cerita yang membuat pembaca merasa terhubung. Hasilnya adalah rangkaian kalimat yang informatif namun terasa datar, seolah ditulis oleh mesin yang hanya menyusun data tanpa emosi.
Masalah lain yang sering terjadi adalah kecenderungan meniru gaya bahasa perusahaan lain yang dianggap “terdengar profesional”, padahal justru membuat tulisan kehilangan suara aslinya. Kalimat seperti “kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik” sudah begitu sering dipakai sehingga tidak lagi memberi kesan apa pun bagi pembaca yang sudah membaca kalimat serupa di puluhan company profile lain.
Mulai dari Cerita, Bukan dari Daftar Fakta
Salah satu cara paling efektif memecah kekakuan adalah dengan memulai bagian “Tentang Kami” dari sebuah cerita singkat, bukan dari daftar fakta administratif. Alih-alih membuka dengan “PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi sejak tahun 2015”, coba mulai dengan momen atau alasan konkret yang melatarbelakangi berdirinya bisnis, misalnya kesulitan yang pernah dialami pendiri sehingga terdorong menciptakan solusi tersebut.
Pendekatan bercerita ini bukan berarti mengarang cerita yang tidak nyata, melainkan menggali dan menyampaikan fakta yang sudah ada dengan cara yang lebih hidup. Setiap bisnis, sekecil apa pun, biasanya punya momen awal yang layak diceritakan, entah itu masalah nyata yang ingin diselesaikan, pengalaman personal pendiri, atau peluang pasar yang terlihat jelas namun belum banyak digarap pihak lain, sehingga tinggal bagaimana momen tersebut digali dan disampaikan dengan cara yang menarik bagi pembaca.
Menonjolkan Alasan di Balik Berdirinya Bisnis
Pembaca company profile, terutama calon klien atau mitra bisnis, cenderung lebih tertarik memahami “kenapa” sebuah bisnis berdiri, dibanding sekadar “apa” yang dijual. Alasan di balik berdirinya bisnis inilah yang sering menjadi pembeda paling kuat antara satu perusahaan dengan kompetitor lain di industri yang sama.
Menuliskan alasan ini tidak harus dramatis atau penuh kisah heroik. Cukup jujur dan spesifik, misalnya menjelaskan kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, keresahan terhadap kualitas layanan yang ada di industri tersebut, atau bahkan alasan sederhana seperti keahlian keluarga yang diteruskan menjadi bisnis formal. Kejujuran dan kespesifikan cerita semacam ini jauh lebih mudah diingat pembaca dibanding klaim generik tentang komitmen dan kualitas yang tidak disertai konteks nyata dan detail yang bisa mereka bayangkan secara konkret.
Menulis untuk Audiens, Bukan untuk Diri Sendiri
Kesalahan umum lain adalah menulis “Tentang Kami” seolah-olah untuk kepentingan perusahaan sendiri, bukan untuk audiens yang membacanya. Padahal, bagian ini seharusnya audience oriented, disesuaikan dengan apa yang sebenarnya ingin diketahui pembaca, bukan sekadar daftar hal-hal yang ingin disombongkan perusahaan.
Cara memastikan tulisan tetap berorientasi audiens adalah dengan terus bertanya “apa manfaatnya bagi pembaca” setiap kali menulis satu kalimat. Alih-alih hanya menulis “kami memiliki tim berpengalaman”, akan lebih efektif bila dilanjutkan dengan konteks yang relevan bagi pembaca, misalnya bagaimana pengalaman tim tersebut membantu klien menghindari kesalahan umum yang sering terjadi di industri tersebut, sehingga pembaca langsung memahami manfaat konkret yang bisa mereka dapatkan.
Menghindari Klise dan Kalimat Generik
Beberapa frasa yang sudah terlalu sering dipakai dan kehilangan maknanya antara lain “solusi terbaik untuk kebutuhan Anda”, “berkomitmen memberikan pelayanan prima”, atau “menjadi yang terdepan di industri”. Kalimat-kalimat semacam ini terdengar meyakinkan bagi penulisnya, namun bagi pembaca yang sudah terbiasa melihat kalimat serupa di banyak company profile lain, kata-kata tersebut justru kehilangan bobot dan mudah diabaikan.
Cara menghindarinya adalah dengan selalu mengganti klaim abstrak dengan detail konkret. Daripada menulis “berpengalaman bertahun-tahun”, sebutkan angka pasti atau contoh proyek spesifik yang menunjukkan pengalaman tersebut. Daripada menulis “solusi terbaik”, jelaskan secara spesifik masalah apa yang diselesaikan dan bagaimana cara penyelesaiannya berbeda dari pendekatan umum di industri tersebut.
Menambahkan Sentuhan Personal Tanpa Berlebihan
Menambahkan sentuhan personal, seperti menyebut nama pendiri atau menceritakan momen penting dalam perjalanan bisnis, bisa membuat “Tentang Kami” terasa lebih hidup. Namun sentuhan personal ini tetap perlu dijaga proporsinya agar tidak mengalahkan fokus utama, yaitu memberi gambaran jelas tentang bisnis dan manfaatnya bagi pembaca.
Prinsip yang bisa dipegang adalah menulis seolah sedang bercerita kepada teman atau kolega baru, bukan menulis pidato formal yang kaku. Nada semacam ini membuat pembaca merasa lebih dekat, tanpa kehilangan kesan profesional yang tetap dibutuhkan dalam konteks dokumen bisnis resmi.
Contoh Perbandingan Kalimat Kaku dan Kalimat Hidup
Perbandingan sederhana bisa membantu memahami perbedaan antara kalimat kaku dan kalimat yang lebih hidup. Kalimat kaku biasanya berbunyi seperti “Perusahaan kami didirikan pada tahun 2018 dan bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen dengan komitmen memberikan layanan terbaik bagi klien”. Kalimat ini informatif namun terasa datar dan generik.
Sebagai perbandingan, versi yang lebih hidup bisa berbunyi seperti “Kami memulai bisnis ini pada 2018 setelah melihat banyak usaha kecil kesulitan menyusun strategi manajemen yang sesuai dengan kondisi mereka, bukan sekadar teori dari buku teks. Sejak itu, kami fokus membantu pemilik usaha menemukan solusi manajemen yang benar-benar bisa dijalankan sehari-hari”. Versi kedua menyampaikan informasi yang sama, namun dengan konteks dan alasan yang membuatnya jauh lebih mudah diingat dan dipercaya pembaca.
Menyesuaikan Gaya Bercerita dengan Ukuran dan Usia Bisnis
Pendekatan bercerita yang hidup tidak berarti harus sama untuk semua jenis bisnis. Perusahaan yang sudah berdiri puluhan tahun punya keleluasaan untuk menceritakan perjalanan panjang, termasuk tantangan besar yang pernah dihadapi dan bagaimana perusahaan tersebut berhasil bertahan dan berkembang melewati berbagai perubahan zaman. Cerita semacam ini secara alami membangun kesan stabilitas dan pengalaman yang sulit ditiru oleh kompetitor yang baru berdiri.
Sebaliknya, bisnis yang baru berdiri satu atau dua tahun tidak perlu memaksakan diri menceritakan perjalanan panjang yang belum mereka miliki. Fokus yang lebih tepat adalah menonjolkan kejelasan visi dan semangat di balik pendirian bisnis, disertai bukti awal seperti testimoni pelanggan pertama atau pencapaian kecil yang sudah diraih dalam waktu singkat. Kejujuran tentang skala dan usia bisnis, dipadukan dengan cerita yang tetap meyakinkan, jauh lebih efektif dibanding memaksakan narasi yang terkesan berlebihan dan tidak sesuai kenyataan, karena pembaca yang jeli biasanya cukup mudah membedakan cerita yang otentik dengan cerita yang terasa dibuat-buat demi kesan semata.
Melibatkan Tim dalam Proses Menulis Tentang Kami
Bagi bisnis dengan lebih dari satu pendiri atau tim inti yang cukup besar, melibatkan anggota tim lain dalam proses menulis “Tentang Kami” bisa menghasilkan perspektif yang lebih kaya. Setiap orang dalam tim biasanya punya sudut pandang berbeda tentang apa yang membuat bisnis tersebut istimewa, dan menggabungkan beberapa perspektif ini sering menghasilkan narasi yang lebih utuh dibanding hanya mengandalkan sudut pandang satu orang saja.
Proses ini juga membantu memastikan cerita yang disampaikan benar-benar mencerminkan nilai-nilai yang dijalankan sehari-hari, bukan sekadar aspirasi yang tercantum di atas kertas namun tidak benar-benar tercermin dalam operasional bisnis. Ketidaksesuaian antara narasi “Tentang Kami” dengan pengalaman nyata klien saat berinteraksi dengan perusahaan bisa berdampak buruk pada kredibilitas jangka panjang, sehingga penting memastikan cerita yang ditulis memang benar-benar mencerminkan karakter asli bisnis tersebut, bukan sekadar citra ideal yang ingin ditampilkan tanpa dasar kenyataan yang kuat.
FAQ Seputar Menulis Tentang Kami
Berapa panjang ideal bagian Tentang Kami dalam company profile?
Idealnya dua sampai tiga paragraf yang padat, cukup untuk menyampaikan cerita inti tanpa membuat pembaca kehilangan fokus sebelum sampai ke bagian penting lain seperti layanan dan portofolio.
Apakah bagian Tentang Kami harus selalu menceritakan sejarah perusahaan secara kronologis?
Tidak harus. Pendekatan naratif yang dimulai dari alasan atau masalah yang ingin diselesaikan sering kali lebih menarik dibanding urutan kronologis yang cenderung terasa seperti laporan formal.
Bagaimana jika bisnis saya baru berdiri dan belum punya banyak cerita untuk diceritakan?
Fokus pada alasan dan visi yang mendorong bisnis tersebut didirikan, meski belum punya rekam jejak panjang. Kejujuran tentang tahap awal justru bisa terasa lebih otentik dibanding memaksakan cerita yang terlalu dibuat-buat.
Apakah perlu menyebutkan nama pendiri secara spesifik di bagian Tentang Kami?
Tidak wajib, namun bisa menambah kesan personal terutama untuk bisnis kecil dan menengah yang ingin menonjolkan sosok di balik brand. Untuk perusahaan besar dengan banyak pemegang saham, penyebutan ini biasanya kurang relevan.
Apakah bagian Tentang Kami perlu diperbarui secara berkala?
Sebaiknya iya, terutama bila ada perubahan signifikan pada arah bisnis, pencapaian baru, atau perubahan fokus layanan. Cerita yang ketinggalan zaman bisa membuat pembaca merasa perusahaan tersebut kurang aktif berkembang.
Pendekatan menulis dengan fokus pada cerita dan manfaat bagi pembaca ini sejalan dengan prinsip storytelling dalam komunikasi bisnis, yang terbukti lebih efektif membangun koneksi emosional dibanding sekadar penyampaian fakta kering. Company profile dengan bagian “Tentang Kami” yang ditulis secara hidup dan otentik akan jauh lebih mudah diingat, sekaligus membedakan bisnis tersebut dari kompetitor yang mungkin masih terjebak pada gaya penulisan generik dan template.